Diterbitkan pada

Antisipasi Hollow Knight: Silksong — Mengapa Game Ini Begitu Ditunggu?

Penulis
  • avatar
    Nama
    Siendu Damar
    Twitter
    Author

Biasanya aku nggak gampang terhype soal rencana rilis game. Sudah terlalu sering kecewa sama janji-janji yang nggak deliver. Tapi Hollow Knight: Silksong? Yang ini benar-benar membuat penasaran.

Sebagai penggemar game pertama yang menganggapnya sebagai masterpiece, pengumuman tentang sekuel yang fokus ke Hornet langsung membuat ekspektasi melonjak tinggi. Namun, Team Cherry memilih untuk sangat tertutup selama masa pengembangan, yang malah membuat komunitas semakin haus akan informasi.

Setelah menganalisis trailer gameplay dan demo yang sempat ada, aku bisa bilang: Silksong terlihat seperti peningkatan masif yang mengambil semua elemen sukses dari game pertama dan membawanya ke level berikutnya.

Hollow Knight Silksong Gameplay

Setting Baru: Kingdom Pharloom

Kalau di game pertama kita mengeksplorasi Hallownest yang sedang dalam masa keruntuhan, Silksong membawa kita ke Pharloom — sebuah kingdom yang dihuni oleh "Silk and Song".

Beda dengan Hallownest yang terasa melankolis dan statis, Pharloom dalam trailer terlihat lebih vertikal dan aktif. Hornet tidak sedang mencoba menyelamatkan sisa-sisa kejayaan, tapi dia terlihat sedang mendaki ke puncak kingdom ini. Ada nuansa tradisi, upacara, dan faksi-faksi yang terlihat lebih hidup dibanding NPC di game pertama.


Mekanik Gameplay: Lebih Cepat dan Akrobatik

Perubahan terbesar yang bisa kita amati adalah cara Hornet bergerak. Kalau The Knight di game pertama terasa lebih berat dan metodis, Hornet terlihat sangat cepat dan agresif.

Dari apa yang kita lihat di trailer:

  • Mobilitas Tinggi: Hornet bisa memanjat dinding dengan lebih luwes dan melakukan air-dash yang terlihat sangat presisi.
  • Sistem Silk: Hornet menggunakan sutra (silk) sebagai sumber daya utama, baik untuk menyerang maupun untuk menyembuhkan diri. Ini melahirkan mekanisme risk-reward yang menarik — apakah kamu akan menggunakan silk untuk menyerang secara brutal atau menyimpannya untuk bertahan?
  • Tools dan Peralatan: Berbeda dengan charms di game pertama, Hornet terlihat bisa membuat dan menggunakan berbagai tools. Ini menambah kedalaman taktis yang belum pernah ada sebelumnya.

Kenapa Sangat Ditunggu?

Alasannya sederhana: Team Cherry punya rekam jejak yang luar biasa dalam mendesain level dan boss.

Di Silksong, kita dijanjikan lebih dari 150 jenis musuh baru dan puluhan boss fight yang menantang. Berdasarkan potongan klip yang beredar, setiap boss terlihat memiliki koreografi yang unik dan menuntut pemain untuk beradaptasi dengan cepat.

Selain itu, musik garapan Christopher Larkin kembali memberikan atmosfer yang kuat. Di trailer saja, alunan cello dan aransemen orkestranya sudah membuat bulu kuduk berdiri.


Apakah Perlu Main yang Original Dulu?

Meskipun Silksong didesain sebagai game yang berdiri sendiri, aku tetap menyarankan untuk mencoba Hollow Knight yang pertama. Bukan karena kamu akan bingung ceritanya, tapi agar kamu bisa menghargai evolusi mekaniknya nanti saat Silksong rilis.

Hollow Knight pertama adalah investasi waktu yang sangat berharga (sekitar 30-50 jam). Jika kamu merasa itu terlalu lama, setidaknya tontonlah video lore breakdown di YouTube untuk memahami latar belakang karakter Hornet.


Harapan untuk Rilis Mendatang

Harapan utamaku adalah Team Cherry tetap mempertahankan tingkat kesulitan yang fair — sangat menantang tapi membuat kita ingin mencoba lagi setiap kali gagal.

Sampai saat ini, tanggal rilis pastinya memang masih menjadi misteri terbesar di dunia gaming. Namun, melihat dedikasi tim kecil ini, aku yakin penantian bertahun-tahun ini akan terbayar lunas.

Apa yang paling kamu nantikan dari Silksong? Animasi gerakannya, boss fight baru, atau lore dunianya? Tulis di kolom komentar ya!